HARI BUMI, FPML SERUKAN SELAMATKAN BUMI MALUKU UTARA DARI KERUSAKAN EKOLOGI

Ternate, 24/04/2018 – Sejumlah aktivis yang tergabung dalam Front Masyarakat Peduli Lingkungan melakukan aksi kampanye memperingati Hari Bumi Sedunia yang dirayakan setiap tanggal 22 April. Aksi dimulai pada pukul tiga sore, dimulai dari depan RRI menuju pasar Bahari Berkesan dan berakhir di kawasan Landmark Kota Ternate.

Dalam aksi tersebut mereka mengajak seluruh masyarakat untuk turut bersama-sama menjaga bumi untuk generasi mendatang. Dalam poster maupun orasi-orasi yang disampaikan mereka juga mengemukakan fakta-fakta terjadinya kerusakan lingkungan hidup baik itu yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh korporasi asing di Maluku Utara seperti kasus perampasan ruang hidup warga dan kerusakan lingkungan karena adanya perkebunan sawit di Gane yang dilakukan oleh PT. GMM anak perusahaan Korindo, kasus PT. Adidaya Tangguh di Taliabu, kasus PT. Samalita di Wailoba, kasus sawit di Banemo Patani, Polusi udara oleh PLN Batubara di Rum Tidore dan Penanganan sampah yang buruk serta reklamasi pantai yang marak dilakukan oleh pemerintah kota Ternate atas nama pembangunan dan keindahan.

Fahri Lolahi, koordinator aksi mengatakan bahwa dalam aksi ini mereka meminta kepada pemerintah untuk segera menuntaskan kasus korupsi sumber daya alam di Maluku Utara, tuntaskan krisis agraria, stop perampasan ruang hidup rakyat serta selamatkan pesisir laut dan pulau-pulau kecil dari tambang dan sawit.

“Aksi kampanye ini juga kami lakukan agar seluruh masyarakat tau bahwa bumi Moloku Kie Raha sedang berada diambang kehancuran ekologi. Kami juga mengajak masyarakat untuk tidak memilih kepala daerah yang tidak pro terhadap kelestarian lingkungan hidup,” tegas Fahri.

Pukul 18.00, hujan yang turun membasahi bumi Taranoate tak mematahkan semangat mereka untuk terus melanjutkan aksi. (ita)

Sebarkan
Close Menu