KELAS RAMADHAN: SELAMATKAN MALUKU UTARA DENGAN FALSAFA KABATA EKOLOGI

Ternate – Wahana Lingkungan Hidup Indnonesia Maluku Utara (WALHI Malut) mengadakan pendidikan lingkungan hidup untuk kalangan pemuda dan mahasiswa di Kota Ternate, yang dilaksanakan di Kantor WALHI Malut, belakang RSUD Chasan Boesoeiri, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Peserta Kelas Ramadhan Saat Menerima Materi Ke-WALHI-an Yang Disampaikan Oleh Ismet Soelaiman

 

Pendidikan lingkungan hidup ini didesain dalam bentuk kelas ramadhan dengan mengangkat tema “Kabata Ekologi: Bersama Selamatkan Maluku Utara dari Krisis Ekologi” yang berlangsung selama enam hari, dimulai dari tanggal 25 Mei – 03 Juni 2018.

Kegiatan yang merupakan agenda rutin tahunan WALHI Malut ini dibuka secara resmi oleh Najamudin M Daud selaku Ketua Dewan Daerah WALHI Malut. Kelas ramadhan ini diikuti oleh delapan peserta dari berbagai universitas yang ada di Kota Ternate, di antaranya Universitas Khairun, Universitas Muhammadiyah Maluku Utara, dan Institut Agama Islam Negeri Ternate.

Suasana Kelas Ramadhan dihari Pertama

 

Kegiatan tersebut dimulai pukul 14.00-18.00 WIT. Pada kelas hari pertama, Ismet Soelaiman, Direktur Eksekutif Daerah WALHI Maluku Utara yang memulai dengan materi ke-WALHI-an, yang mengupas tentang paradigma dan sejarah gerakan lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini untuk meluaskan kampanye perusakan ekologi serta memberikan substansi wacana ekoteologi dikalangan pemuda, mahasiswa, dan perempuan muda Maluku Utara.

Pertemuan Kedua Kelas Ramadhan Dengan Materi Logika dan Filsafat Ekologi

 

Astuti Kilwouw, koordinator kegiatan, menyampaikan bahwa pendidikan lingkungan hidup bagi kaum muda ini dilaksanakan sebagai bagian dari transformasi pengetahuan dan kesadaran dalam upaya mewujudkan pelestarian ekologi serta memunculkan kembali semangat kosmologi lokal pemuda Maluku utara.

Hari Keempat Kelas Ramadhan: Advokasi dan Pengorganisasian Rakyat

 

“Perlu kiranya untuk meningkatkan semangat kosmologi lokal, terutama untuk generasi muda dalam rangka membangun gerakan penyelamatan lingkungan dan pelestarian ekologi di Maluku Utara,” jelasnya.
Selain materi ke-WALHI-an, peserta juga mendapatkan materi tentang logika dan filsafat ekologi, ekoteologi, ekonomi politik, jurnalisme lingkungan, serta advokasi dan pengorganisasian rakyat. Calon peserta yang hendak mengikuti kegiatan ini diberikan tugas untuk membuat tulisan tentang ekoteologi minimal dua lembar sebagai syarat menjadi peserta kelas ramadhan tersebut.

Hari Kelima Kelas Ramadhan: Materi Jurnalisme Lingkungan

 

“Kami berharap, dengan adanya kegiatan ini, kawan-kawan sebagai peserta mendapatkan pengetahuan, serta dapat mentransformasikan pengetahuan-pengetahuan tersebut kepada masyarakat,” harapnya.*Indah

Sebarkan
Close Menu