PENGUATAN KAPASITAS CREDIT UNION UNTUK PEREMPUAN GANE

Kamis, 08 maret 2018. Malam itu, Walhi Maluku Utara melakukan pertemuan dengan ibu-ibu di Desa Gane Dalam untuk melakukan kegiatan Pelatihan dan Penguatan Kapasitas Credit Union Untuk Perempuan. Bertempat di rumah Ibu Hasna Gapi, salah pengurus PKK Desa Gane Dalam. Tepat pukul 20.00 WIT, sudah ada 17 orang yang hadir. Ada juga bapak-bapak yang hadir mengikuti pertemuan. Fasilitator dalam kegiatan ini adalah Faisal Ratuela yang juga salah staff Walhi Maluku Utara.

Peserta Sedang Mendengarkan Penyampaian Materi CU

 

“Pertemuan ini bertujuan untuk mengevaluasi kembali terkait dengan perkembangan credit union yang sudah digagas oleh ibu-ibu disini”, kata Faisal saat memulai kegiatan.

Para ibu terlihat serius mendengarkan paparan materi yang disampaikan Fasilitator. Kopi hangat dan pisang gorong yang tersaji,  menjadi menu pilihan malam itu.

“Tujuan utaman dari credit union (CU) adalah untuk saling memberdayakan, memperkuat solidaritas, dan memperkokoh kesejahteraan masyarakt. Karena CU bukan hanya sebagai lembaga yang hanya mengelola keuangan saja, namun sebagai pemberdaya di segala aspek kehidupan anggotanya,” jelas Faisal lagi.

Pemaparan Materi Credit Union di Desa Gane Dalam

 

“Koperasi ini memang bagus, karena bisa juga membantu kami. Tapi yang menjadi kendalanya yaitu, jika belum ada pengasilan maka kami belum bisa menabung, sehingga koperasi juga berjalan tidak maksimal,” keluh Ibu Mariam.
“Memang benar, pendapatan selalu menjadi kendala buat kita. Karena kalau tidak ada pendapatan, suda pasti kita tidak bisa menabung. Untuk itu, kita harus punya alternative lain untuk menunjang pendapatan, seperti mengembangkan produk lokal dan lain sebagainya,” jelas fasilitator.
Saat sesi tanya jawab selesai, fasilitator mengakhiri pertemuan dengan berpesan kepada ibu-ibu agar terus mengembangankan lembaga CU yang sudah mereka bentuk.

Pertemuan dengan perempuan di Desa Gane Luar

 

Pada hari Sabtu, 10 Maret 2018, di Desa Gane Luar, tepatnya di rumah Ibu Amina, salah satu pengurus PKK Desa Gane Luar, pertemuan dengan kegiatan yang sama juga dilaksanakan. Ada 20 orang yang hadir mengikuti kegiatan. Pukul 20.00, Fasilitator memulai kegiatan.
Pada pertemuan kali ini, selain membahas tentang credit union, warga juga dilatih untuk menganalisis potensi tanaman sebagai penghasilan dengan melihat kebutuhan pasar. Baik kebutuhan harian seperti tomat, cabe, dan sayur-sayuran, yang meskipun kecil, tapi dibutuhkan setiap hari.
“Bisa tidak, jika torang tanam pinang dan sirih? Karena pinang dan sirih itu menjadi makanan hari-hari ibu-ibu disini,” ujar Ibu Ati, sontak mengundang tawa semua peserta.

Pemaparan materi CU kepada ibu-ibu Desa Gane Luar

 

“Kenapa tidak Boleh? Itulah yang dimaksud dengan kebutuhan yang kecil namun dibutuhkan setiap hari. Itu berarti, pinang dan sirih juga memiliki potensi menguntungkan jika ditanam. Selain laku di pasar lokal, juga bisa di pasarkan keluar. Seperti ke Papua, karena harga pinang dan sirih disana lebih mahal dari harga lokal disini,” jelas Faisal.
Ada raut bahagia para ibu, saat mendengar harga pinang di Papua mahal. Itu artinya, hasil panen pinang mereka bisa dipasarkan sampai Papua. Apalagi sekarang ini, transportasi jalur laut juga sudah lancar.
Pertemuan berlangsung hingga larut malam. Di luar rumah, angin bertiup cukup kencang sehingga membuat dingin semakin terasa. Faisal kemudian mengakhiri pertemuan dengan harapan agar ibu-ibu bisa mengembangkan credit union sehingga bisa menunjang ekonomi warga Desa Gane.

Sebarkan
Close Menu