SURAT DARI KAMPUNG YANG MENGINSPIRASI

Sudirahmat, anak muda dari Pulau Kayoa, tepatnya di Kampung Guruapin Kayoa, Halmahera Selatan, menjadi sumber inspiratif kami hingga berkunjung ke pulau tersebut meski harus diombang ambing ombak selama 5 jam. Pasalnya, ia menginisiasi beberapa teman kampungnya untuk melakukan pembibitan dan penghijauan Mangrove di kampung halaman.

Rahmat, Pemuda Kayoa yang melestarikan Mangrove

 

“Inisiatif sendiri, karena abrasi di kampung tinggi, jadi batanam. Kebetulan banyak polyback untuk bibit pala tersisa, jadi saya manfaatkan saja buat pembibitan mangrove,” ujarnya saat bertemu dengan kami dari WALHIMALUT dan salah satu media lingkungan di lokasi pembibitan samping rumahnya.

Bibit Mangrove yang di rawat oleh Rahmat dan Kawan-kawan

 

Rahmat, awalnya sendiri mengerjakan hal ini, kemudian hari ia dibantu 4 orang kawan pemuda kampungnya. Baginya yang berat adalah tanggapan dan persepsi masyarakat terhadap yang dikerjakannya itu.
“Untuk apa tanam mangrove yang tak menghasilkan, mending tanam pala atau cengkih yang pasti dapat uang kalau dijual,” terangnya mengutip protes warga kepadanya sambil tertawa kepada kami.

Usaha kecil penuh kesungguhan di sebuah pulau yang tepat berada di garis equator ini telah dilakukan sejak 2014. Kecil tapi berdampak besar buat Bumi dan kehidupan manusia.
|Selamatkan Hutan Pesisir Kita|*

Sebarkan
Close Menu