WARGA GANE BELAJAR MENYUSUN PERATURAN DESA

Rabu, 21 Maret 2018. Walhi Maluku Utara bersama warga Desa Gane Dalam melakukan pertemuan, bertempat di rumah Bapak Gapi Sadek yang merupakan salah satu tokoh agama di Desa Gane Dalam. Tujuan dalam pertemuan ini yaitu untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada warga terkait dengan mekanisme dan tata cara penyusunan Peraturan Desa.

Pertemuan Dengan Warga Desa Gane Dalam

 

Kegiatan ini dimulai pukul 20.30 WIT, dengan peserta sebanyak 14 orang, yang sebagian besarnya adalah perempuan. Sementara laki-laki, khususnya Pemerintah Desa yang diundang, berhalangan hadir. Kegiatan ini difasilitatori oleh Faisal Ratuela yang juga merupakan salah satu staff Walhi Maluku Utara.
Kegiatan dimulai dengan sambutan yang disampaikan oleh Ibu Faujiah Muhammad sebagai Ketua Organisasi Perempuan Malimafu Desa Gane Dalam. Ibu Faujiah memberikan apresiasi kepada Walhi yang telah banyak membantu mereka, sehingga bisa melindungi dan mengembangkan wilayah kelola mereka.

Setelah sambutan dari Ibu Faujiah, dilanjutkan dengan pemaparan materi yang disampaikan oleh Fasilitator terkait dengan mekanisme penyusunan Peraturan Daerah beserta contoh membuatnya.
“Dalam setiap kegiatan yang dilakukan oleh Desa wajib melibatkan semua pihak secara bersama dalam pengambilan keputusan. Penting juga memberikan penguatan kapasitas kepada perempuan terkait dengan potensi sumber daya alam desa serta cara mengelolanya untuk kesjehteraan generasi sekarang dan yang akan datang.” Jelas Faisal dalam mengakhiri pemaparan materinya.

Para Bapak Saat Mendengarkan Penjelasan dari Fasilitator

 

Usai pemaparan materi, pertemuan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Banyak yang bertanya tentang dasar-dasar menyusun Peraturan Daerah.
“Ternyata banyak sekali syarat dan ketentuan yang harus dibuat dalam menyusun peraturan desa,” ujar Ibu Hasna.
Tak terasa, malam sudah semakin larut. Terlihat ada beberapa ibu-ibu yang sudah mulai ngantuk. Maklum, ibu-ibu yang mayoritas petani kebun ini pasti lelah karena bekerja seharian di kebun. Fasilitator pun mengakhiri pertemuan.

Pemaparan Materi oleh Fasilitator

 

Keesokan harinya, Kamis 22 Maret 2018. Pukul 20.00 WIT, tepatnya di rumah Bapak Ramli Bakir kepala Desa Gane Luar kegiatan yang sama juga dilaksanakan. Peserta yang hadir terdiri dari perwakilan pemuda, tokoh agama, ketua Badan Permusyawaratan Desa, dan juga Pemerintah Desa yang berjumlah 20 orang.
Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi. Bapak Ramli mengatakan bahwa dengan adanya pelatihan penyusunan Peraturan Desa ini sangat membantu Pemerintah Desa dan juga masyarakat. Karena selama ini, Desa Gane Luar belum memiliki Peraturan Desa.
“Saya sudah menjabat sebagai Kepala Desa selama dua periode, tapi belum ada Peraturan Desa. Saat ini, kami diminta untuk membuat Peraturan Desa sebagai syarat dalam mengelola dana Desa, sehingga pelatihan ini sangat membantu kami,” ujar Pak Ramli.

Pertemuan Dengan Warga Desa Gane Luar

 

Pak Syafi juga mengatakan bahwa Desa mereka memiliki banyak potensi, diantaranya hasil hutan berupa kayu, dan sumber-sumber mata air. Ia pun mengatakan bahwa ada satu sumber mata air di Daerah Marsugili yang digunakan oleh perusahan perkebunan kelapa sawit PT.GMM-Korindo. Namun, pihak perusahaan tidak membayar sepeser pun ke Desa Gane Luar.
“Menurut saya, sangat penting bagi kita untuk membuat Peraturan Desa, sehingga ada pungutan yang sah kepada para pihak yang menggunakan potensi SDA yang ada di Desa Gane Luar,” ujar Pak Syarif.
Pada sesi diskusi, banyak sekali keluhan-keluhan masyarakat terkait dengan kondisi desa meraka yang saat ini telah terkenal dampat dari perkebunan sawit.
Tak terasa jarum jam sudah menunjukan pukul 24.00 WIT, fasilitator mengakhiri diskusi dengan harapan agar apa yang disampaikan tadi dapat bermanfaat bagi masyarakat Gane Luar sehingga bisa membuat Peraturan Desa mereka sendiri.*

Sebarkan
Close Menu