Pelatihan Investigasi bagi Jurnalis dan Aktivis Lingkungan Hidup
Fasilitator menjelaskan tentang cara membaca laporan keuangan Perusahaan. perusahaan

Pelatihan Investigasi bagi Jurnalis dan Aktivis Lingkungan Hidup

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Maluku Utara, melakukan pelatihan investigasi untuk jurnalis dan aktivis lingkungan di Kota Ternate. Kegiatan ini dilaksanakan di Kantor WALHI Malut, belakang RSUD Chasan Boesoeiri, Kelurahan Tanah Tinggi Barat, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate.

Pelatihan ini juga di hadiri oleh kawan-kawan dari Transformasi Untuk Keadilan (TUK) Indonesia dan difasilitatori oleh Alexander Joseph Helan dari lembaga Rainforest Action Network (RAN) dengan peserta sebanyak 15 orang.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 04 Oktober 2018, pukul 10.00 WIT. Tujuan dari pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan baru kepada kawan-kawan jurnalis dan aktivis lingkungan terkait dengan teknik investigasi disektor perkebunan sawit.

Pada sesi pertama, fasilitator memulai pelatihan dengan memberikan pengantar tentang kasus Sarawak, salah satu daerah yang ada di Malaysia. Sarawak merupakan wilayah penghasil kayu terbesar di Malaysia, dari tahun 1980-2013, nilai ekspor kayu dari Sarawak mencapai lebih dari U$D 80 miliar, namun hingga saat ini, daerah tersebut masih menjadi daerah termiskin di Malaysia.

Dari contoh kasus tersebut, fasilitator kemudia menjelaskan bagaimana teknik-teknik investigasi yang harus dilakukan pada kasus seperti yang ada di Sarawak. Mulai dari bagaimana mencari data awal, setelah itu, langkah-langkah apa yang harus kita lakukan, hingga kita bisa menemukan masalah yang ada di perusahaan dan siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya.

“Pada dasarnya, untuk langkah awal, ada dua cara untuk mendapatkan informasi dalam melakukan investigasi. Pertama, dengan kita melakukan lobi ke pemerintah untuk transparansi data, perbaikkan hukum, dan juga untuk keterbukaan informasi ke publik. Langkah yang kedua yaitu kita harus mencari seseorang yang bisa memberikan kita informasi tentang perusahaan tersebut,” jelas Alex.

Pada sesi kedua, fasilitator membahas terkait dengan kasus PT. Korindo yang ada di Gane, Halmahera Selatan. Di sesi ini, peserta juga diberikan pelatihan membuat timeline dari profil PT. Gelora Mandiri Membangun (GMM) untuk mengetahui siapa saja pemegang saham dan direktur perusahaan dari masa ke masa.

“Dari profil perusahaan dan laporan keuangan perusahaan, kita bisa mendapatkan banyak informasi. Maka sangat penting bagi kawan-kawan untuk belajar membaca laporan keuangan perusahaan. Kawan-kawan juga harus selalu membuat timeline agar mempermudah pekerjaan,” kata Alex.

Sebarkan

Tinggalkan Balasan

Close Menu